Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

Para Pemburu Surga


Para pemburu surga adalah manusia-manusia langka. Bukan karena banyak orang tidak mau masuk surga. Bukan. Setiap orang tak kan pernah bisa menolak apabila kenikmatan surga dianugerahkan padanya. Permasalahannya adalah perkara memburu surga adalah perkara memburu sesuatu yang amat mahal harganya. Dan sesuatu yang mahal harganya untuk memperolehnya harus ditebus dengan yang sepadan. Disinilah kebanyakan dari manusia tidak siap. Mereka menginginkan surga tetapi perburuan mereka hanya sekedarnya, sebisanya, dan seingatnya saja. Karena itulah mereka tidak layak disebut sebagai pemburu surga.

Para pemburu surga tidak berhenti di tahapan mimpi. Mimpi untuk meraih surga. Mereka sadar ada pengorbanan yang harus mereka keluarkan. Ada karya dan amal nyata yang harus mereka persembahkan. Dan sekali lagi…karena itulah mereka langka.

Mereka telah mengajarkan kepada kita tentang sebuah ketulusan yang tidak menghinakan. Ketulusan yang tidak hanya ditampilkan dari sisi larhiriah saja, tapi juga terbukti dari sisi batiniah mereka. Sebuah ketulusan yang menghidupkan. Yang memaksa banyak hati ikut tergerak untuk melakukan ketulusan yang sama.

Mereka adalah orang-orang yang memiliki amalan-amalan unggulan. Amal yang menonjol dibandingkan yang lain. Bukan berarti mereka adalah orang yang suka mengambil sebuah perintah kemudian meninggalkan perintah yang lain. Mereka tetap berusaha melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Tetapi mereka adalah orang-orang yang tahu pada titik-titik mana saja potensi ketaatan mereka dapat dioptimalkan.

Keputusan bisa tidaknya kita masuk surga merupakan hak prerogative Allah, dan para pemburu surga benar-benar sadar akan hal itu. Karena itulah mereka hanya menjadikan Allah sebagai satu-satunya tempat sandaran dalam segala hal dan sepanjang masa. Mereka adalah orang-orang yang senatiasa hanya taat kepada Allah dan Rosul-Nya. Yang ketika ada orang berkata kepada mereka :

� Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka “. Melainkan justru perkataan tersebut menambah keimanan dalam hati mereka, dan dengan lantang mereka menjawab ““Cukuplah Allah menjadi penolong kita dan Allah sebaik-baik pelindung.�. (Ali-Imron :173)

Pilihan hidup untuk memburu surga bukanlah pilihan hidup yang mudah. Begitu banyak pengorbanan yang harus mereka persembahkan, pun godaan yang mengiringinya. Butuh tekad dan perjuangan yang tak pernah mengenal kata henti untuk menjalaninya. Tapi memang seperti itulah harga yang harus mereka tebus sebanding dengan imbalan yang akan mereka peroleh nanti. Dan karena kekonsistenan mereka terhadap pilihan hidup itulah yang membuat mereka layak disebut sebagai “pemburu surga�.

Merekalah manusia-manusia langka, Yang karena kelangkaannyalah, mereka melegenda. Dikenang manusia dari masa ke masa. Para pemburu surga adalah para pelopor. Kepeloporan mereka telah menginspirasi begitu banyak manusia untuk ikut melakukan apa yang mereka contohkan, bahkan manusia-manusia yang hidup jauh setelah mereka meninggalkan dunia. Itulah kepeloporan sejati. Umurnya bahkan melampaui batas umur fisik sang pelopor.

Begitu banyak orang yang terjebak pada kepeloporan yang semu. Mereka merasa menjadi pelopor tetapi pribadi mereka jauh dari sosok sang pelopor. Mereka mudah menyerah terhadap permasalahan dan tantangan yang datang. Bahkan terkesan mengkambinghitamkan kondisi sebagai pemakluman terhadap kekalahan mereka. Nafas juang mereka begitu pendek. Sependek usia kepeloporan mereka.


Semoga Bermanfaat.. ..

HOME